Poto : Keluarga Duka di Tempat Almarhum Humuin Bahabol
Yahukimo, Kabargunung.com — Salah seorang pengungsi warga sipil, Humuin Bahabol, keluarga dari Boas Balingga, meninggal dunia di Dekai, Yahukimo, pada 16 November 2025.
Almarhumah diketahui merupakan bagian dari rombongan pengungsi dari Jalan Gunung yang sebelumnya mengungsi ke Kepala Kali Noya. Selama masa pengungsian, kondisi kesehatan almarhumah memburuk dan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai. Minimnya akses makanan, minuman, serta fasilitas kesehatan memperparah keadaan, terlebih dalam situasi keamanan Yahukimo yang masih berada dalam kontrol militer sehingga menyulitkan proses pengobatan.
Almarhumah bersama keluarganya sempat berpindah ke daerah Jalan SMK untuk mencari tempat tinggal yang lebih layak. Namun hingga tadi malam, almarhumah menghembuskan napas terakhir di rumah keluarga Asrama Korowai.
Menurut Keluarga Duka di Yahukimo, warga sipil saat ini mengalami ketakutan untuk beraktivitas, baik pergi ke kebun, mencari kebutuhan sehari-hari, maupun berobat. Keberadaan militer Kolonial Indonesia serta himbauan operasi militer Kolonial Indonesia yang berlaku menyebabkan masyarakat trauma dan memilih tetap di dalam rumah — bahkan untuk ke rumah sakit sekalipun.
Situasi ini diperparah oleh rangkaian laporan penangkapan warga sipil, khususnya laki-laki, yang dituduh sebagai anggota kelompok bersenjata TPNPB OPM West Papua Army tanpa bukti yang jelas. Sejumlah kasus sepanjang tahun 2025 dilaporkan melibatkan penyiksaan dan penahanan tanpa prosedur yang semestinya, sehingga membuat masyarakat semakin takut bergerak di tengah status daerah yang dinilai seperti darurat militer.
Hingga kini, tidak terlihat adanya perhatian yang memadai dari pemerintah daerah, gereja, maupun lembaga masyarakat setempat terhadap kondisi pengungsi di Yahukimo. Para pengungsi terus berada dalam ancaman keamanan karena tindakan aparat yang dinilai sewenang-wenang terhadap warga sipil.
Bahkan di rumah duka almarhumah, warga menyampaikan bahwa mereka takut datang melayat karena khawatir akan adanya pemeriksaan atau operasi mendadak oleh aparat keamanan. Situasi ini menambah beban psikologis masyarakat dan membuat mereka merasa tidak aman.
Redaksi: Vull Members
Post Views : 398 views
Posted in Konfilik TNI POLRI dan WPA, Polhukam, Politik, Tanah Papua
Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia kembali mencetak…
Poto : Pasukan bersama Komandan Perang Yosua…
Sejumlah berita kriminal kanal Metro ANTARA pada…