Poto : 83 Warga Sipil Yahukimo Mengungsi ke Hutan
Yahukimo, Kabargunung.com — Sebanyak 83 warga sipil di Kabupaten Yahukimo terpaksa mengungsi dan bertahan di tengah hutan setelah keluarnya himbauan operasi militer TNI–Polri pada Rabu, 12 November 2025. Informasi ini disampaikan oleh seorang aktivis kemanusiaan yang memantau langsung situasi di wilayah tersebut.
Himbauan operasi militer itu menciptakan kekhawatiran luas, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah Jalan Gunung, Ibu Kota Dekai. Sebagian warga memilih mengungsi ke kota, sementara sebagian besar lainnya melarikan diri ke dalam hutan untuk mencari perlindungan.
Anak-anak, ibu hamil, dan pelajar ikut mengungsi
Dalam rombongan pengungsi terdapat anak-anak, ibu hamil, orang tua, serta sedikitnya 31 pelajar SD, SMP, dan SMA. Mereka kini tinggal di dalam hutan tanpa bantuan medis, tanpa logistik memadai, dan tanpa jaminan keamanan.
Pengungsian ini terjadi karena tidak adanya fasilitas evakuasi atau tempat penampungan yang disiapkan pemerintah sebelum mengeluarkan himbauan operasi militer. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, serta obat-obatan juga tidak tersedia.
Pengungsi Menilai Pemerintah Lalai Lindungi Warga Sipil
Para warga yang mengungsi menyatakan kekecewaan dan menilai bahwa pemerintah pusat maupun daerah telah gagal memberikan perlindungan. Himbauan militer tersebut mewajibkan area Jalan Gunung dikosongkan dalam waktu dua minggu, sehingga warga yang tinggal di kawasan itu telah mengungsi sejak 12 November dan hingga kini belum dapat kembali ke rumah mereka.
Pengungsi Tersebar di 3 Lokasi dan 9 Kampung Data Sementara
Warga yang mengungsi ke hutan kini tersebar di 3 lokasi berbeda dan terbagi dalam 9 kampung darurat. Minimnya akses terhadap pangan membuat mereka hanya makan seadanya. Tidak adanya layanan kesehatan memperbesar risiko bagi anak-anak dan ibu hamil.
Para pengungsi berharap dukungan moral dan doa dari berbagai pihak, serta meminta perhatian kemanusiaan untuk menolong mereka.
Seruan Pemantauan Situasi Yahukimo
Menurut informasi aktivis kemanusiaan, rencana operasi militer TNI–Polri bisa dilakukan kapan saja di wilayah Jalan Gunung, Dekai. Karena itu, para pegiat kemanusiaan menyerukan agar lembaga-lembaga nasional dan internasional terus memantau perkembangan situasi di Yahukimo demi keselamatan warga sipil.
Redaksi : Vull Members
— Sumber: Aktivis Kemanusiaan
Post Views : 347 views
Posted in Konfilik TNI POLRI dan WPA, ULMWP
Poto : Aksi Mahasiswa Jayapura, 12/06/2025 Jayapura,…
Liputan6.com, Mojokerto – Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul…
Poto : Panglima Daerah Titus Murib Puncak…
Poto : Demianus Magai Yogi Panglima WPA…
Poto : Lenis Kogoya Totiyo, Kabargunung.com –…